Gibson pertama kali menjadi berita pada Februari 2016 setelah mengklaim telah menemukan puing-puing MH370 yang terdampar di pantai berpasir Mozambik.
Sejauh ini lebih dari 30 potongan ditemukan, namun hanya beberapa yang dipastikan bangkai MH370. Sebagian di antaranya ditemukan oleh Gibson. Dua potongan terbesar, yakni flaperon dan flap, dipastikan bagian dari MH370.
Gibson mengatakan, begitu MH370 pertama kali dilaporkan hilang, dia pergi ke Kamboja, Thailand, dan Myanmar untuk melacaknya.
Setelah flaperon ditemukan di Pulau Reunion pada Juli 2015, dia mulai mencari di bagian selatan Samudera Hindia.
“Saya memulainya secara obyektif dan mengabaikan data satelit karena saya tidak benar-benar memahaminya saat itu. Begitu flaperon ditemukan, saya fokus pada Samudera Hindia bagian selatan," tuturnya, dikutip dari The Sun, Kamis (18/2/2021).