Namun, karier politik Hasina tidak lepas dari kontroversi besar. Pada pertengahan 2024, gelombang protes mahasiswa meletus di Bangladesh, yang kemudian berkembang menjadi krisis nasional. Hasina dituding sebagai dalang dalam penggunaan kekerasan terhadap para demonstran.
Jaksa penuntut mengatakan selama protes itu, aparat keamanan yang diarahkan oleh pemerintahan Hasina menggunakan senjata mematikan, termasuk helikopter, drone, dan senjata api berat.
Mereka juga menuduh Hasina menyuruh pasukan melakukan “pembunuhan massal” terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi.