Kelahirannya merupakan momen penting bagi monarki karena menjadi pewaris takhta.
Profil Raja Thailand Maha Vajiralongkorn berikutnya, dia menempuh pendidikan di sekolah istana di Bangkok. Di usianya ke-13 tahun, dia dikirim ke sekolah swasta di Inggris dan Australia. Kemudian, dia menempuh pelatihan di Royal Military College di Canberra.
Dia sempat mendapat pelatihan militer lebih lanjut di Thailand, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia sampai menjadi perwira di angkatan bersenjata Thailand. Selain itu, dia juga memenuhi syarat menjadi pilot sipil dan pesawat tempur. Bahkan dia menerbangkan Boeing 737 miliknya saat bepergian ke luar negeri.
Maha Vajiralongkorn dibekali gelar Putra Mahkota dari ayahnya, Adulyadej, saat upacara penobatan pada 1972 yang menjadikannya sebagai pewaris resmi. Akan tetapi, saat itu masih ada keraguan tentang takhta waris itu. Rumor jelek tentangnya mulai bermunculan, mulai dari gemar main perempuan, berjudi, dan bisnis ilegal. Rumor itu didasarkan saat dia tidak menunjukkan antusiasme terhadap proyek pembangunan Adulyadej dan kegiatan saudarinya, Sirindhorn.
Pada 1981, Ratu Sirikit menyinggung masalah itu dan menjelaskan bahwa dia mengalami fase ‘Don Juan’ atau lebih suka menghabiskan waktu bersama perempuan-perempuan cantik daripada menjalankan tugas kerajaan.