Pemerintah Turki merespons dengan operasi militer besar-besaran, termasuk serangan lintas batas ke pangkalan PKK di Irak. Penangkapan Abdullah Ocalan pada 1999 menjadi titik balik, namun tidak menghentikan aksi kekerasan sepenuhnya.
Sejumlah perundingan damai dilakukan antara Turki dan PKK sejak 2009, namun kerap terhenti akibat insiden di lapangan dan ketegangan politik. Negosiasi tersendat setelah PKK menggelar perayaan terkait pemulangan 34 anggota kelompok tersebut ke Turki pada akhir 2009. Perayaan itu memicu kemarahan pejabat Turki. Sejak itu, otoritas Turki terus menangkap politisi Kurdi. Mereka dikenakan tuduhan bergabung dengan kelompok teroris.
Negosiasi berlanjut selama beberapa putaran lagi sebelum berakhir pada 2011 tanpa kemajuan.
Gencatan senjata sempat berlaku pada 2013 hingga 2015, namun kemudian kembali pecah konflik setelah serangan dan tindakan keras pemerintah terhadap kelompok Kurdi.
Kondisi di kawasan, termasuk konflik Suriah dan perang melawan ISIS, turut memperumit situasi. PKK juga mendapatkan dukungan dari kelompok Kurdi di Suriah yang dikhawatirkan oleh pemerintah Turki.