Profil Patrice Talon, Presiden Benin yang Lolos dari Kudeta Perwira Militer

Anton Suhartono
Patrice Talon lolos dari kudeta militer yang mengguncang negara Afrika Barat itu (Foto: AP)

Terjun ke Dunia Politik

Keterlibatan Talon dalam politik Benin dimulai pada awal 2010-an ketika dia menjadi pendukung utama Presiden Thomas Boni Yayi. Namun hubungan keduanya memburuk setelah Talon dituduh terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap Yayi pada 2012. Namun Talon membantah keras tuduhan tersebut dan pergi ke pengasingan di Prancis. 

Setelah berganti pemerintahan, dia menerima amnesti dan kembali ke Benin.

Menjadi Presiden Benin

Pada 2016, Talon mencalonkan diri sebagai presiden dan memenangkan pemilu. Dia berjanji melakukan reformasi ekonomi, menekan korupsi, serta meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan publik. Gaya kepemimpinannya yang pragmatis namun otoriter kerap menuai kritik, terutama setelah dia melakukan revisi undang-undang pemilu dan membatasi oposisi politik.

Pada 2021, Talon kembali terpilih untuk masa jabatan kedua, meski pemilu tersebut menuai sorotan karena minimnya partisipasi oposisi akibat berbagai hambatan administratif dan hukum.

Lolos dari Percobaan Kudeta Militer

Upaya kudeta terbaru memperlihatkan ketegangan politik yang masih mengemuka di Benin. Sejumlah personel militer yang tidak puas mencoba mengambil alih kekuasaan, namun aksi tersebut cepat digagalkan oleh pasukan loyalis Talon. Presiden dipastikan selamat dan tetap memegang kendali pemerintahan.

Peristiwa ini memperkuat persepsi bahwa Benin, yang dulu dianggap sebagai salah satu demokrasi paling stabil di Afrika, kian terjebak dalam dinamika politik yang rapuh.

Kepemimpinan yang Kontroversial

Selama dua periode menjabat, Talon dikenal sebagai pemimpin yang berorientasi hasil tetapi juga cenderung membatasi ruang politik bagi kelompok oposisi.

Pemerintahannya dipuji karena meningkatkan pembangunan infrastruktur, memperbaiki sistem pajak, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun dia juga dikritik karena menindak lawan politik, memperketat aturan pemilu, mengurangi independensi lembaga demokrasi, serta memperkuat kekuasaan eksekutif.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

57 tahun lalu

Prabowo: Saya Dituduh Jadi Diktator dan Mau Kudeta

57 tahun lalu

Presiden Benin Patrice Talon Lolos dari Kudeta oleh Sekelompok Perwira Militer

57 tahun lalu

Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo Digulingkan, Ditahan Perwira Pembangkang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal