Profil Nicolas Maduro Presiden Venezuela yang Ditangkap Militer AS, Pernah Jadi Sopir Bus

Anton Suhartono
Nicolas Maduro kembali menjadi sorotan dunia setelah ditangkap oleh militer AS dalam serangan besar-besaran pada Sabtu (3/1) (Foto: AP)

Setelah wafatnya Chavez pada Maret 2013, Maduro ditunjuk sebagai presiden sementara hingga kemudian memenangkan pemilihan presiden dengan selisih suara tipis. 

Sejak saat itu, dia memimpin Venezuela di tengah krisis ekonomi berkepanjangan, hiperinflasi, kelangkaan pangan dan obat-obatan, serta eksodus jutaan warga ke luar negeri.

Kepemimpinan Maduro kerap menuai kontroversi. Pemerintahannya dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), menekan oposisi, dan memanipulasi pemilu. AS dan sejumlah negara Barat tidak mengakui legitimasi Maduro, bahkan menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Venezuela serta menuduhnya terlibat dalam kejahatan narkotika dan korupsi.

Hubungan Karakas dan Washington pun memburuk tajam. AS selama bertahun-tahun mendukung oposisi Venezuela dan secara terbuka menyerukan perubahan rezim. Ketegangan tersebut kini mencapai puncaknya setelah militer AS menangkap Maduro dalam operasi yang diklaim bertujuan mengakhiri krisis politik dan kemanusiaan di Venezuela.

Pemerintah AS juga menuduh Maduro berkolusi dengan jaringan kriminal besar, termasuk kelompok Tren de Aragua, Kartel Sinaloa atau Cartel de los Soles untuk memasok kokain (termasuk yang dicampur fentanyl) ke pasar AS. 

AS menggelar sayembara bagi pemberi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, menaikkannya dari 25 juta menjadi 50 juta dolar AS atau sekitar Rp814 miliar. 

Penangkapan Maduro memicu reaksi keras dari sekutu-sekutu Venezuela seperti Rusia, China, dan Iran, yang menilai langkah AS sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Di dalam negeri, pendukung Maduro menggelar demonstrasi, sementara oposisi melihat momen ini sebagai peluang perubahan besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 188 Orang, 1.500 Lainnya Luka

57 tahun lalu

Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal