Profil Naim Qassem, Pemimpin Hizbullah yang Baru

Anton Suhartono
Naim Qassem, pemimpin Hizbullah yang baru (Foto: Mehr News)

Pada 1991, Qassem diangkat sebagai wakil kepala oleh sekretaris jenderal saat itu Abbas Al Musawi, yang juga tewas dalam serangan Israel pada 1992.

Qassem tetap menempati jabatan itu saat Nasrallah menjadi pemimpin. Dia juga ditunjuk sbagai juru bicara Hizbullah dalam wawancara dengan media asing.

Dia juga menjadi koordinator kampanye pemilihan parlemen Hizbullah sejak kelompok tersebut ikut serta dalam pemilu Lebanon pada 1992.

Pada 2005, dia menulis sejarah Hizbullah yang dianggap sebagai pandangan orang dalam terhadap organisasi tersebut. Qassem mengenakan sorban putih, tidak seperti Nasrallah dan Safieddine, yang menggunakan warna hitam menunjukkan status mereka keturunan Nabi Muhammad.

Dia juga menjadi pejabat Hizbullah yang pertama kali menyampaikan pernyataan publik di televisi untuk mengumumkan kematian Nasrallah.

Qassem, pada 8 Oktober atau setelah serangan Israel yang menewaskan Safieddine, mengatakan kemampuan Hizbullah tetap utuh meski menghadapi serangan besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

57 tahun lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal