Pada 1991, Qassem diangkat sebagai wakil kepala oleh sekretaris jenderal saat itu Abbas Al Musawi, yang juga tewas dalam serangan Israel pada 1992.
Qassem tetap menempati jabatan itu saat Nasrallah menjadi pemimpin. Dia juga ditunjuk sbagai juru bicara Hizbullah dalam wawancara dengan media asing.
Dia juga menjadi koordinator kampanye pemilihan parlemen Hizbullah sejak kelompok tersebut ikut serta dalam pemilu Lebanon pada 1992.
Pada 2005, dia menulis sejarah Hizbullah yang dianggap sebagai pandangan orang dalam terhadap organisasi tersebut. Qassem mengenakan sorban putih, tidak seperti Nasrallah dan Safieddine, yang menggunakan warna hitam menunjukkan status mereka keturunan Nabi Muhammad.
Dia juga menjadi pejabat Hizbullah yang pertama kali menyampaikan pernyataan publik di televisi untuk mengumumkan kematian Nasrallah.
Qassem, pada 8 Oktober atau setelah serangan Israel yang menewaskan Safieddine, mengatakan kemampuan Hizbullah tetap utuh meski menghadapi serangan besar.