Kim Yong Nam juga dikenal sebagai salah satu sebagai birokrat paling tahan lama dalam sistem politik Korut. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korut
Pada 1998, dia diangkat sebagai Ketua Presidium Majelis Rakyat Tertinggi (Standing Committee of the Supreme People’s Assembly), yang secara formal dianggap sebagai kepala negara seremonial Korut.
Posisi itu dijabatnya hingga 2019 dengan mengundurkan diri.
Meskipun jabatan Kim Yong Nam bersifat simbolik, karena kekuasaan nyata dipegang oleh dinasti Kim (Kim Il Sung, Kim Jong Il, dan Kim Jong Un), dia tetap memainkan peran penting dalam diplomasi Korut, seperti menerima tamu asing, mewakili negara di forum internasional, serta menjaga kontinuitas kebijakan luar negeri yang loyal terhadap kepemimpinan.
Sebagai contoh, pada Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018, Kim Yong Nam memimpin delegasi Korut dan hadir dalam acara bersama dengan adik pemimpin Korea Utara, Kim Yo Jong.
Salah satu hal yang mencolok dari karier Kim Yong Nam adalah tidak pernah dicopot, diasingkan, apalagi dieksekusi, berbeda dengan banyak pejabat senior Korut lainnya yang mengalami pembersihan politik.