"Kita akan menjadi generasi yang mewujudkan kemerdekaan bagi Skotlandia. Di mana ada perpecahan yang harus dipulihkan, kita harus menangani dan melakukannya dengan cepat karena kita memiliki tugas yang harus dilakukan dan sebagai sebuah partai kita berada pada posisi terkuat saat bersatu. Dan yang menyatukan adalah tujuan kita bersama untuk mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa kita," katanya, dikutip dari Reuters.
Yousaf mengatakan, begitu meraih kemerdekaan, Skotlandia harus mempertimbangkan untuk membuang sistem monarki. Itu berarti Raja Inggris nantinya bukan lagi sebagai kepala negara Skotlandia.
"Mari kita benar-benar, dalam 5 tahun pertama, mempertimbangkan apakah kita perlu beralih dari penerapan monarki menuju pemilihan kepala negara atau tidak," ujarnya.
Pria kelahiran Glasgow itu menyandang gelar sarjana politik dari University of Glasgow. Setelah lulus dia bekerja sebagai ajudan anggota parlemen Skotlandia (MSP) sebelum terpilih sebagai wakil rakyat, tepatnya pada 2011.
Yousaf berasal dari keluarga imigran asal Pakistan. Ayahnya datang ke Skotlandia pada 1960-an, sedangkan ibunya lahir di Kenya, namun berasal dari keluarga keturunan Asia Selatan. Dia memiliki seorang anak dengan istri kedua serya seorang anak tiri.