Tulang di tubuh bagian belakang bawah tumbuh tidak normal atau bahkan tak ada. Kondisi ini seringkali juga memengaruhi bagian dada yang membuat penderitanya sulit bernapas.
Dokter pernah memberi tahu ibunya bahwa Ghanim tak akan bisa bertahan lama. Berdasarkan perhitungan medis usia Ghanim diperkirakan bertahan maksimal 15 tahun. Namun karena tekad yang kuat untuk bertahan ditambah dorongan semangat dari keluarga, analisis medis itu tak terbukti pada dirinya.
Bahkan Ghanim menjadi sosok sangat berguna, bukan hanya bagi keluarga tapi juga orang lain. Dia menjadi pengusaha termuda di Qatar dengan menjalankan bisnis es krim serta mendirikan lembaga filantropi Asosiasi Ghanim.
Peran asosiasi di antaranya menyumbangkan kursi roda kepada yang membutuhkan.
Aktivitasnya juga terbilang normal bisa mengimbangi anak-anak yang normal. Di sekolah dia bermain sepak bola meski hanya bisa berjalan dengan kedua tangan.
Yang lebih menakjubkan, Ghanim pernah mendaki Jabal Syams, gunung gunung tertinggi di Teluk.