Profil 2 Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Aktivis Antipelecehan Seks

Anton Suhartono
Denis Mukwege (kiri) dan Nadian Murad (Foto: AFP)

OSLO, iNews.id - Komite Nobel di Oslo, Norwegia, Jumat (5/10/2018), menjatuhkan pilihan kepada dokter ahli kandungan asal Kongo, Denis Mukwege serta perempuan Yazidi korban pemerkosaan oleh ISIS, Nadia Murad, sebagai pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2018.

Mereka dianggap berjasa dalam mengampanyekan perang terhadap pelecehan seksual.

"Atas upaya mereka untuk mengakhiri penggunaan kekerasan seksual sebagai senjata perang," kata Ketua Komite Nobel, Berit Reiss Andersen, di Oslo, sebagaimana dikutip dari AFP.

Murad berhasil melarikan diri setelah tiga bulan dalam cengkraman ISIS di Irak. Perempuan berusia 25 tahun itu menjadi warga Irak pertama yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Dia tinggal di Desa Kocho yang tenang dengan alam pegunungan di Sinjar, Irak utara, dekat perbatasan Suriah. Namun semua berubah saat ISIS menyerang pada 2014. Mimpi buruknya pun dimulai.

Pada Agustus 2014, kendaraan pikap yang membawa militan ISIS menyerbu Kocho. Para militan membunuh laki-laki dewasa serta membawa anak laki-laki dan perempuan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
15 hari lalu

Dikritik gegara Nobel Perdamaian, Norwegia Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza 

Internasional
29 hari lalu

Trump Ungkit Hadiah Nobel Perdamaian Lagi, Sebut Norwegia Bodoh

Internasional
30 hari lalu

AS Serang Venezuela, Rusia Sindir Ambisi Trump Raih Nobel Perdamaian

Internasional
31 hari lalu

Peraih Nobel Perdamaian 2025 Sebut Trump Layak Dapat Hadiah Serupa karena Tangkap Maduro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal