Prigozhin Sebut Grup Wagner Tak Buka Lowongan Tentara Baru Sekarang, tapi....

Ahmad Islamy Jamil
Pendiri Wagner Group, Yevgeny Prigozhin. (Foto: Reuters)

Peran Wagner di Benua Hitam sendiri mengundang perhatian dari negara-negara Barat. Kelompok tentara bayaran Rusia itu punya keterlibatan besar dalam mendukung kelangsungan pemerintah di Mali dan Republik Afrika Tengah (CAR). 

Amerika Serikat menuduh Wagner melakukan kekejaman dan tindakan kriminal dalam skala luas di Afrika. Washington DC pun telah menjatuhkan sanksi terhadap kelompok itu dengan melabelinya sebagai organisasi kriminal.

Prigozhin mengatakan, kelompoknya bekerja sesuai dengan hukum negara tempat mereka beroperasi. Pekan lalu, dia menyambut baik kudeta militer di Niger.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal