Yamagami ternyata sempat mengirim surat kepada Blogger di Chogoku tak disebutkan identitasnya. Blogger itu juga pengkritik keras Gereja Unifikasi. Isi surat amplop menyertakan dokumen kopian perjanjian antara Gereja Unifikasi dengan ibu Yamagami. Perjanjian itu merupakan pengembalian uang sumbangan sebesar 50 juta yen atau sekitar Rp5,4 miliar. Nama lengkap ibu Yamagami dan alamatnya tertulis di perjanjian itu.
Isi surat juga mengungkapkan kebencian luar biasa Yamagami terhadap kelompok yang memiliki nama resmi Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Persatuan Dunia itu. Dia juga blak-blakan ingin membunuh Abe yang dianggap turut mendukung organisasi tersebut. Meski demikian Yamagami mengakui bahwa Abe bukan musuh utamanya.
Sementara itu sang blogger menemukan surat tersebut di dalam kotak surat rumahnya pada 13 Juli atau 5 hari setelah pembunuhan Abe. Surat tersebut tampaknya sudah dikirim beberapa hari sebelumnya, namun sang blogger tak mengecek kotak surat di depan rumahnya.
Sejauh ini dia tak terkait dengan pembunuhan Abe, bahkan mengecam apa yang dilakukan Yamagami. Menurut dia, Yamagami tampaknya tak punya teman untuk mencurahkan perasaan sehingga mengirim surat kepadanya.