“Kami melihat peningkatan prevalensi anak-anak yang dirayu, dipaksa, atau diancam untuk mengambil dan mengirim gambar seksual mereka, sering kali melalui aplikasi, game, dan situs media sosial populer. Trauma yang ditimbulkan pada anak sangat signifikan,” ujar Clark, dikutip Jumat (6/2/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 360 korban telah berhasil diidentifikasi. Lebih dari 200 di antaranya merupakan warga Australia, sementara sisanya berasal dari luar negeri, terutama negara-negara berbahasa Inggris. Proses identifikasi korban lainnya masih berlangsung dan diperkirakan memakan waktu panjang karena besarnya volume bukti digital.
Kepolisian Australia kini bekerja sama dengan mitra internasional untuk menelusuri korban yang belum teridentifikasi serta memastikan mereka mendapatkan bantuan psikologis dan perlindungan yang memadai.
Kasus Ethan Burns-Dederer menjadi peringatan keras bagi orang tua, pendidik, dan pemerintah tentang bahaya laten dunia maya bagi anak-anak. Di tengah pesatnya penggunaan media sosial dan game online, pengawasan, literasi digital, dan kesadaran akan keamanan siber menjadi kunci untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam jebakan predator online.