Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, telah mengumumkan keikutsertaan mereka dalam pertemuan tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan, pertemuan di Gedung Putih membahas jaminan keamanan untuk Ukraina.
Sementara itu utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengungkapkan harapan, pertemuan itu akan menyepakati isu-isu teritorial dalam konflik Ukraina.
Pertemuan itu digelar sehari setelah Trump melontarkan pernyataan kontroversial di akun media sosial Truth Social. Dia menilai Ukraina harus merelakan wilayahnya kepada Rusia demi mengakhiri perang.
Dalam postingan, Trump mengungkapkan Ukraina harus merelakan sebagian wilayahnya kepada Rusia jika tidak ingin kehilangan tanah yang lebih besar lagi selama perang berlangsung.
"Ukraina harus rela kehilangan sebagian wilayahnya kepada Rusia, jika tidak, semakin lama perang berlangsung, mereka akan terus kehilangan lebih banyak wilayah," tulis Trump.