Presiden Rouhani Tegaskan Iran Akan Terus Perkaya Uranium meski Ditekan

Anton Suhartono
Hassan Rouhani (Foto: AFP)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, Presiden Donald Trump perlu mengajukan kesepakatan baru untuk melanjutkan perjanjian nuklir 2015.

Perjanjian nuklir Iran 2015 dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, yakni Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat, serta Jerman saat ini dalam kondisi menggantung.

Negara-negara Eropa mendorong pembicaraan dengan Iran untuk menyelamatkan kesepakatan, dengan mengundang Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif ke Brussels, Belgia. Namun tampaknya kemajuan tak akan terjadi.

"Program nuklir Iran tidak lagi menghadapi batasan dalam bidang operasional," demikian pernyataan pemerintah Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Presiden FIFA Pusing jelang Piala Dunia 2026, Wasit Ditolak Masuk AS dan Tiket Mahal Jadi Masalah

57 tahun lalu

Intimidasi Iran, Trump Sebut Rudal AS Jatuh hanya 60 Km dari Ibu Kota Teheran

57 tahun lalu

Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah

57 tahun lalu

Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal