Presiden Putin Bantah Dugaan Ukraina di Balik Ledakan Pipa Gas Nord Stream, Tetap Tuduh AS

Umaya Khusniah
Presiden Rusia Vladimir Putin membantah teori yang menyebutkan Ukraina mungkin berada di balik ledakan yang merusak jaringan pipa gas Nord Stream tahun lalu. (Foto: Reuters)

Putin juga mencemooh para pemimpin Eropa karena diam tentang insiden tersebut. Dia menuduh sikap mereka mencerminkan apa yang dia gambarkan sebagai posisi tunduk Eropa dalam hubungannya dengan AS.

“Orang Eropa telah kehilangan gen kemerdekaan, kedaulatan, dan kepentingan nasional. Semakin mereka memukul hidung atau bagian atas kepala mereka, semakin rendah mereka membungkuk dan semakin lebar mereka tersenyum,” kata Putin sambil menyeringai.

Ledakan yang menghantam pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 pada bulan September tahun lalu membuatnya tidak dapat beroperasi. Akibat ledakan itu, terjadi kebocoran gas yang signifikan. Hingga kini tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.

Pejabat AS awalnya menduga Rusia mungkin yang harus disalahkan. Sementara Rusia menyalahkan AS dan Inggris. Investigasi oleh negara-negara Eropa, termasuk Denmark, yang perairannya dilalui pipa dan Jerman belum memberikan hasil yang konklusif.

Putin menyesalkan bahwa Rusia telah ditolak aksesnya ke materi penyelidikan. Dia menambahkan, raksasa gas alam Gazprom Rusia telah mengirim kapal untuk memeriksa dasar laut di dekat ledakan dan melihat apa yang tampak seperti antena di dekat persimpangan antara pipa sekitar 30 kilometer dari lokasi ledakan.

Putin menduga bahwa antena yang diklaim bisa diletakkan di dasar laut untuk memicu alat peledak lain yang tidak meledak karena alasan yang masih belum jelas. Rusia mengharapkan otoritas Denmark untuk membentuk tim gabungan untuk memeriksa daerah tersebut secara menyeluruh.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal