Presiden Palestina Abbas: Tak Ada Perdamaian Tanpa Mengakhiri Pendudukan Israel

Anton Suhartono
Mahmoud Abbas (Foto: AFP)

Abbas juga menekankan konferensi itu harus menyelesaikan masalah status akhir, terutama masalah pengungsi.

Desakan itu disampaikan di tengah kekhawatiran warga Palestina mengenai potensi berkurangnya dukungan dari negara Arab setelah beberapa di antaranya memutuskan berdamai dengan Israel. Uni Emirat Arab dan Bahrain sudah meneken normalisasi hubungan dengan Israel di Gedung Putih, disaksikan Presiden AS Donald Trump, meskipun mereka menegaskan tetap mendukung berdirinya negara Palestina.

"Merupakan khayalan untuk berpikir bahwa rakyat Palestina bisa dikesampingkan. Anda harus tahu tidak akan ada perdamaian, tidak ada keamanan, tidak ada stabilitas atau hidup berdampingan di wilayah kami, tanpa mengakhiri pendudukan dan tanpa solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina," kata Abbas, menegaskan.

Otoritas Palestina menolak upaya diplomatik AS untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Israel setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibi kota Israel. Palestina menganggap AS sudah bukan negara netral karena berpihak pada Israel.

Faksi-faksi Palestina sebelumnya menyetujui untuk mengadakan pemilu pada awal 2021, langkah yang bersejarah. Perdamaian dua negara Arab dengan Israel memicu rekonsiliasi antara faksi bertikai Palestina, Fatah dan Hamas.

Sementara itu Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan, waktu bagi Abbas sudah habis untuk menawarkan konsep baru perdamaian.

"Dia mengetahui, perjanjian damai yang telah kami teken telah menghancurkan hak veto Palestina atas perjanjian damai dengan dunia Arab dan apa yang terungkap kepada kita semua adalah penolakan Palestina," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal