Presiden Iran Minta Maaf atas Serangan ke Negara Tetangga, tapi Tegaskan Tak Menyerah

Rizky Agustian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: AP)

Beberapa serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan seperti pelabuhan dan bangunan tempat tinggal.

Teheran mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap aksi militer AS-Israel terhadap Iran yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.

Sementara itu, para Menteri Luar Negeri (Menlu) negara-negara Arab yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengecam keras serangan Iran ke negara Teluk. Mereka mengingatkan Iran menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Pernyataan ini dikeluarkan para Menlu Negara Teluk dalam Pertemuan Tingkat Menteri antara GCC dan Uni Eropa terkait Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC pada Kamis (5/3/2026).

Dalam keterangannya, para Menlu menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara GCC dan Uni Eropa yang berlandaskan Perjanjian Kerja Sama tahun 1988, serta diperkuat oleh keputusan yang diambil pada KTT GCC–Uni Eropa di Brussel pada Oktober 2024.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemlu: Indonesia Netral Sikapi Konflik AS-Israel Vs Iran

57 tahun lalu

Negara-Negara Arab Kecam Keras Serangan Iran ke Wilayahnya: Hormati Hukum Internasional

57 tahun lalu

Iran Ancam Negara Eropa jika Ikutan AS-Israel Serang Negaranya: Target yang Sah!

57 tahun lalu

Perjalanan Pemain Timnas Indonesia ke FIFA Series 2026 Terancam Perang AS-Israel vs Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal