Presiden Iran Ebrahim Raisi Sebut Arab Saudi dan Amerika dalam Kebijakan Luar Negeri

Anton Suhartono
Ebrahim Raisi ingin merangkul negara tetangga di Teluk dalam prioritas kebijakan luar negeri (Foto: Reuters)

Dia juga menyinggung soal kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tahun 2015 yang ditinggalkan Amerika Serikat pada 2018 di masa pemerintahan Donald Trump.

Raisi mendesak AS di bawah kepemimpinan Joe Biden untuk kembali ke kesepakatan. Menurut dia, AS telah melanggar kesepakatan sementara Uni Eropa gagal memenuhi komitmen mereka. JCPOA ditandatangani enam negara, yakni Rusia, China, Inggris, Prancis, Jerman dan AS.

"Saya mendesak Amerika Serikat untuk kembali ke komitmen pada kesepakatan itu. Semua sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran harus dicabut dan diverifikasi oleh Teheran," katanya. 

Saat ditanya apakah dia akan bertemu dengan Biden jika sanksi dicabut, Raisi menegaskan, tidak.

Negosiasi untuk kembali ke JCPOA telah berlangsung di Wina, Austria, sejak April 2021. Tujuannya mencari tahu bagaimana sikap Iran dan AS untuk kembali ke pakta nuklir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan

57 tahun lalu

Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah

57 tahun lalu

Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!

57 tahun lalu

AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal