Presiden Iran Bersumpah Perjuangkan Kepentingan Bangsa di Perundingan Nuklir Wina

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Iran, Ebrahim Raisi. (Foto: Reuters)

Di bawah Kesepakatan Nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia, Teheran telah setuju untk mengekang program pengayaan uraniumnya—yang dicurigai mengarah pada produksi senjata nuklir. Sebagai imbalannya kala itu, Iran bakal mendapat pencabutan sanksi internasional dari AS, PBB, dan Uni Eropa.

Akan tetapi, mantan Presiden AS Donald Trump malah membawa Washington DC keluar dari kesepakatan itu pada 2018. Pendahulu Joe Biden itu juga menerapkan kembali sanksi keras terhadap sektor minyak dan keuangan Iran yang menyebabkan ekonomi Negeri Persia itu lumpuh. Sebagai reaksi atas perlakuan Trump itu, Iran pun memutuskan untuk melanggar batas pengayaan uranium yang telah ditetapkan dalam Kesepakatan Nuklir 2015.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Hantavirus Makin Menyebar, Kini Terdeteksi di Amerika Serikat!

Internasional
10 jam lalu

Harga Minyak Mentah Melonjak usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Internasional
12 jam lalu

Iran Respons Proposal AS untuk Akhiri Perang, Begini Tanggapan Trump

Internasional
2 hari lalu

Bahrain Pecat 3 Anggota Parlemen karena Dianggap Dukung Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal