Presiden Guatemala Tetap Dukung Taiwan meski Ditekan China

Umaya Khusniah
Presiden Guatemala Alejandro Giammattei menjanjikan dukungan tanpa syarat untuk Taiwan. (Foto: Reuters)

Berbicara di parlemen Taiwan, Giammattei juga terus mengacu pada "Republik Taiwan". Dia pun mendapat tepuk tangan meriah dari anggota parlemen. 

Pada akhir pidato, dia kembali menyebut 'panjang umur Taiwan: bebas, berdaulat dan merdeka'.

Hubungan Guatemala dengan 'Republik Tiongkok' sudah berlangsung sembilan dekade, sebelum pemerintah melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949. Mereka kalah dalam perang saudara dengan komunis Mao Zedong yang mendirikan Republik Rakyat China.

Setiap saran yang menyebut Taiwan adalah negara merdeka dan terpisah dari China membuat marah Beijing. China memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan mengutuk perjalanan Giammattei.

Giammattei melakukan kunjungan kembali ke Taiwan setelah Tsai mengunjungi Guatemala kurang dari sebulan yang lalu.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
6 hari lalu

Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Tunda Kirim Senjata Senilai Rp211 Triliun ke Taiwan

Internasional
7 hari lalu

Xi Jinping Peringatkan Trump, China-AS Bisa Perang gegara Taiwan

Nasional
11 hari lalu

Jaksa Minta Nadiem Jangan Sembarangan Sebut Presiden di Sidang: Tak Ada Korelasinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal