Presiden Erdogan ke AS: Tidak Tahu Malu!

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan negaranya tak akan menyerah dengan ancaman Amerika Serikat (AS). Hubungan kedua negara semakin tegang terkait penahanan pendeta Andrew Brunson.

Pada Jumat kemarin, Presiden AS Donald Trump memberlakukan kebijakan tarif baru atas barang aluminium dan baja Turki yang berdampak pada melemahnya nilai mata uang lira terhadap dolar AS.

"Adalah tindakan yang salah untuk membawa Turki berlutut melalui ancaman terkait seorang pendeta," kata Erdogan, di hadapan massa di Kota Unye, Laut Hitam, dikutip dari AFP, Sabtu (11/8/2018).

"Saya menyebut Amerika lagi, tidak tahu malu, tidak tahu malu. Anda mengorbankan mitra strategis Anda di NATO untuk seorang pendeta," kata Erdogan.

Dua juga menyerukan kepada seluruh warga Turki agar menjual dolar dan euro demi menaikkan kembali nilai mata uang lira.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
15 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
18 jam lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
18 jam lalu

AS dan Iran Akhirnya Berunding Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal