Presiden dan Wakil Presiden Azerbaijan Kunjungi Karabakh, Begini Reaksi Penduduk

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berpose dengan seragam militer saat mengunjungi Distrik Jebrayil di Nagorno-Karabakh, Senin (16/11/2020). (Foto: AFP)

“Tidak akan ada status (otonom) untuk Karabakh. Azerbaijan adalah negara yang bersatu,” kata Aliyev saat mengendarai mobil lapis baja AzerKan buatan Azerbaijan, melalui jalan-jalan di Distrik Fizuli, dikutip AFP.

Sementara istrinya—yang tercatat sebagai wakil presiden pertama di negara kaya minyak itu—terlihat asyik berswafoto dengan ponselnya.

Sambil berpegangan tangan, Aliyev dan Mehriban mengambil foto dengan latar belakang Jembatan Khudaferin yang dibangun pada abad pertengahan, di perbatasan negara itu dengan Iran. Kawasan itu berada di bawah kendali kelompok separatis Armenia selama hampir tiga dekade.

“Mereka (orang-orang Armenia) telah menghancurkan segalanya di sini dan akan menjawabnya di pengadilan internasional,” kata Aliyev sambil menunjuk ke panorama Kota Jebrayil yang luluh lantak.

“Lihat apa yang dilakukan musuh jahat itu terhadap kota Jebrayil. Tujuan mereka adalah agar orang-orang Azerbaijan tidak pernah kembali ke sini. Tapi kita akan tinggal di sini. Kita kembali ke tanah air kita,” ujarnya.

Nagorno-Karabakh—yang sebelumnya dihuni oleh mayoritas etnik Armenia—mendeklarasikan kemerdekaan dari Azerbaijan hampir 30 tahun yang lalu. Akan tetapi, proklamasi itu tidak pernah diakui secara internasional, bahkan oleh Armenia sendiri.

Bentrokan antara Azerbaijan dan separatis Armenia pecah pada akhir September lalu dan terus berlangsung beberapa pekan sesudahnya, meskipun ada upaya dari Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat untuk menengahi kedua belah pihak.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eliano Reijnders Diincar Klub Azerbaijan, Persib Terancam Kehilangan Pemain Serba Bisa

57 tahun lalu

Nah, Kedubes Azerbaijan di Kiev Hancur akibat Terkena Rudal Ukraina bukan Rusia

57 tahun lalu

Serangan Rusia ke Ukraina Hancurkan Kedubes Azerbaijan

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Gempur Ibu Kota Kiev Ukraina, 6 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal