Sebelumnya, Lula mendorong pembicaraan damai antara Kiev dan Moskow. Dia pun telah mengusulkan Brasil sebagai mediator dalam perundingan itu bersama dengan negara-negara netral lainnya, termasuk China dan Indonesia.
Akan tetapi, Lula kemudian menghadapi kritik dari Barat, ketika dia menuduh Amerika Serikat justru “mendorong” perang.
Setelah Gedung Putih menuduhnya “meniru propaganda Rusia dan China”, Lula melunakkan retorikanya, mengatakan Brasil mengutuk agresi militer Rusia.