Presiden Belarusia Lukashenko: Saya Bukan Diktator Terakhir di Eropa

Anton Suhartono
Alexander Lukashenko menegaskan dirinya bukan diktator terakhir Eropa (Foto: Reuters)

MINSK, iNews.id - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menolak dirinya disebut sebagai diktator terakhir Eropa. Dia menegaskan bukan diktator, namun jika anggapan itu benar, pria 68 tahun tersebut memastikan bukan yang terakhir.

"Mengenai diktator terakhir Eropa, Anda harus meminta maaf kepada saya," kata Lukashenko, dalam konferensi pers di Istana Kemerdekaan Belarus, Kamis (6/7/2023), seperti dikutip dari Reuters.

"Kekuasaan tidak didapat untuk berkubang di tanah. Bukan saya yang memutuskan apakah saya berkuasa atau tidak. Rakyat memercayakan saya untuk jabatan tinggi ini," ujarnya, menambahkan.

Lukashenko memimpin Belarusia dengan tangan besi sejak 1994. Dalam wawancara khusus dengan Reuters pada 2012, dia menikmati ketenarannya sebagai diktator terakhir Eropa.

Para lawan politik yang kebanyakan berada di luar negeri, menuduh Lukashenko melanggengkan kekuasaannya melalui kecurangan. Bukan hanya itu, mereka menyebut Lukashenko menggadaikan kedaulatan negara kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
3 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Internasional
15 jam lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Internasional
17 jam lalu

Tegas, Rusia Tak Akan Biarkan Iran Sendirian Hadapi Konflik dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal