Presiden AS Dituntut karena Tindakan Represif Aparat di Sekitar Gedung Putih

Ahmad Islamy Jamil
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id – Kelompok hak-hak sipil di AS pada Kamis (5/6/2020) mengajukan tuntutan hukum terhadap Presiden Donald Trump. Ini lantaran sang presiden mengerahkan pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan bom asap untuk membersihkan para demonstran yang menggelar aksi damai di luar Gedung Putih, beberapa waktu lalu.

Aparat penegak hukum memaksa para pengunjuk rasa pulang sebelum Trump berjalan kaki ke gereja terdekat dari Gedung Putih untuk berfoto di sana pada Senin (1/6/2020) lalu. Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) bersama kelompok-kelompok LSM lain menuduh Trump dan pejabat tinggi AS lain telah melanggar hak-hak konstitusional dari para pegiat Black Lives Matters dan para demonstran yang bergerak secara individu.

“Polisi membuat tuduhan yang terkoordinasi dan tidak berpihak ke kerumunan demonstran dan menembakkan beberapa kali bahan kimia, peluru karet, dan meriam suara,” ungkap ACLU dalam pernyataannya yang dikutip AFP, Kamis (5/6/2020).

Gereja Episkopal St John yang berada di seberang jalan dari Lafayette Park, yang menghadap Gedung Putih, telah menjadi fokus protes di Washington. Gereja itu dirusak dengan coretan dan rusak dalam kebakaran selama demonstrasi pada Minggu (31/5/2020) malam.

Di depan gereja itu, Trump berpose sambil memegang sebuah Alkitab setelah bersumpah bakal mengirim ribuan tentara bersenjata untuk menghentikan kerusuhan di AS.

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalan-jalan di seluruh AS dalam beberapa hari terakhir untuk menyuarakan kemarahan atas pembunuhan pria berkulit hitam, George Floyd, oleh polisi Minnesota. “(Presiden) melancarkan serangan kriminal yang jujur kepada para demonstran karena dia tidak setuju dengan pandangan mereka yang mengguncang fondasi tatanan konstitusional negara kita,” kata Direktur Hukum ACLU, Scott Michelman.

Jaksa Agung AS, Bill Barr, pada Kamis (4/6/2020) membela tindakan pasukan keamanan di Gedung Putih, Senin lalu. Dia mengatakan, upaya aparat membersihkan para demonstran di sekitar Gedung Putih kala itu tidak ada kaitannya dengan keinginan Trump untuk berjalan ke Gereja St John.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal