Prancis Tak Akan Menyerah dengan Intimidasi Turki soal Kartun Nabi Muhammad

Anton Suhartono
Gabriel Attal (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Prancis tak gentar dengan kecaman Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan dan akan melanjutkan perlawanan terhadap ekstremisme Islam. Pemerintah menegaskan tidak akan menyerah kepada upaya destabilisasi dan intimidasi.

Juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan, Prancis tidak akan pernah melepas prinsip serta nilai-nilai yang dikandung soal kebebasan serta perlawanan terhadap ekstrimisme.

Dia juga menggarisbawahi, persatuan Eropa kuat dalam menyikapi kekerasan berlabel Islam setelah pembunuhan seorang guru pada 16 Oktober lalu.

Guru bernama Samuel Paty dibunuh setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya saat mengajarkan kebebasan berekspresi.

Kartun Nabi Muhammad diterbitkan kembali oleh tabloid Charlie Hebdo pada bulan lalu untuk menandai dimulainya sidang kasus penyerangan kantor redaksi mereka di Paris pada 2015 yang menewaskan 12 orang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

57 tahun lalu

Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh

57 tahun lalu

Thailand Geger, Beredar Foto Presiden Macron Berlutut di Hadapan Raja Maha Vajiralongkorn

57 tahun lalu

Ganas! 3.500 Orang Meninggal di Belanda Selama Puncak Gelombang Panas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal