“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap agar para korban luka lainnya segera pulih sepenuhnya,” katanya.
PBB mencatat, hingga saat ini enam personel UNIFIL di Lebanon telah tewas. Dia mendesak agar Israel segera menghentikan serangan ke Lebanon.
“Enam penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius menyusul insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel. Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras setelah gugurnya prajurit Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL, Praka Rico Pramudia, akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu.
Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan, pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL. Kemlu bersama pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut juga telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.
Oleh karena itu, Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini. Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.