Survei lainnya dilakukan oleh surat kabar USA Today dan Universitas Suffolk di Boston pada awal Januari. Lebih dari separuh warga AS menentang rencana bergabungnya Greenland.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Namun sampai saat tetap menjadi bagian dari negara kerajaan itu dengan status otonomi sejak 2009.
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan bebas menentukan kebijakan dalam negerinya.
Rencana Trump untuk membeli Greenland pertama kali disampaikan pada 2019, yakni saat jabatan periode pertamanya sebagai presiden AS. Namun rencana itu pupus seiring kekalahannya dalam Pilpres AS 2020.
Sejak memenangkan Pilpres AS 2024, Trump kembali menggulirkan rencana untuk merebut pulau di Kutub Utara itu.
Trump mengatakan Greenland harus menjadi bagian dari AS seraya menekankan nilai strategis wilayah itu bagi keamanan nasional serta melindungi dunia bebas, termasuk dari China dan Rusia.
Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan wilayahnya tidak untuk dijual.