Politisi Demokrat AS Gelar Voting Akhiri Perang Lawan Iran

Anton Suhartono
Partai Demokrat di Senat akan menggelar pemungutan suara kembali untuk mengesahkan undang-undang (UU) untuk mengakhiri perang Iran (Foto: AI)

WASHINGTON, iNews.id - Pemimpin Minoritas Senat Amerika SerikatChuck Schumer menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump sengaja menyeret AS ke dalam perang panjang melawan Iran. Partai Demokrat di Senat akan menggelar pemungutan suara kembali untuk mengesahkan undang-undang (UU) untuk mengakhiri perang Iran.

Menurut Schumer, pemerintahan Trump telah melampaui batas waktu 60 hari yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kekuatan Perang (WPA) karena dilakukan tanpa memperoleh izin dari Kongres.

“Izinkan saya mengulangi: Donald Trump menyeret Amerika ke dalam perang, perang ilegal dan mahal tanpa tujuan apa pun, tanpa akhir yang jelas,” kata Schumer, dikutip dari Anadolu, Selasa (12/5/2026).

“Sudah lebih dari seminggu sejak kita mencapai ambang batas 60 hari berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang, yang berarti permusuhan harus dihentikan kecuali Trump mendapatkan otorisasi dari Kongre," ujarnya.

Dia juga menuduh Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berusaha menghindari tenggat waktu untuk memgakhiri perang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal