Politikus Anti-Islam Swedia Demonstrasi Bakar Alquran, Umat Islam Murka

Anton Suhartono
Rasmus Paludan menggelar demonstrasi pembakaran Alquran di Linkoping, Swedia (Foto: Reuters)

Menteri Kehakiman Swedia Morgan Johansson dalam cuitannya mengecam kerusuhan tersebut serta Paludan.

“Orang-orang di balik kerusuhan dan kekerasan tidak mewakili warga sekitar. Sebagian besar wilayah rentan hanya menginginkan kedamaian dan ketenangan dan bisa menjalani aktivitas mereka. Adapun provokator ekstremis sayap kanan, reaksi seperti inilah yang ingin dia lihat. Tujuannya untuk menghasut orang satu sama lain. Saya mendesak semua kekuatan kebaikan untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi. Pemerintah terus mengikuti perkembangan," ujarnya.

Paludan, politikus keturunan Denmark-Swedia, menjadi terkenal setelah melakukan demonstrasi anti-Islam termasuk membakar Alquran di Denmark. Acara serupa diadakan di Swedia, sering kali mengakibatkan kerusuhan yang disertai kekerasan. 

Demonstrasi Paludan dianggap provokatif karena sering menampilkan penodaan terhadap Alquran dan Islamic center dengan dalih kebebasan berbicara. Sejak itu dia berada dalam pengawalan ketat kepolisian karena kerap mendapat ancaman pembunuhan.

Data Pew Research tahun 2017 mengungkap, jumlah Muslim di Swedia 8,1 persen dari total penduduk negara itu yang berjumlah 10 juta orang. Pemeluk Islam di Swedia melonjak drastis dalam puluhan tahun terakhir, umumnya imigran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Polisi Panggil Terduga Peneror Tetangga yang Lempar Helm di Depok Hari Ini

5 hari lalu

Viral 3 Pria Diduga Hendak Mencuri Rumah Kosong di Jaksel, Kini Diamankan Polisi

5 hari lalu

Mahasiswa Demo di Monas Hari Ini, 4.132 Personel Gabungan Disiagakan

12 hari lalu

Polisi Periksa Pengembang dan BPN untuk Telusuri Kepemilikan Rumah yang Digeledah di Sentul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal