Keluarga korban mengatakan, jenazah ditahan polisi setibanya di rumah duka di Distrik Hathras, meski ada perlawanan dari kerabat dan penduduk. Polisi lalu mengkremasi jenazah pada dini hari.
Petugas tidak memberi penjelasan soal pemaksaan kremasi, namun kerabat memprotes kremasi digelar pukul 03.00. Keluarga ingin jenazah dibaringkan di rumah duka terlebih dulu sehingga orang yang dicintai bisa memberikan penghormatan terakhir.
"Kami memohon kepada mereka untuk mengizinkan kami membawa jenazahnya ke rumah untuk terakhir kalinya, tapi mereka tidak mendengarkan kami," kata saudara laki-laki korban, seperti dilaporkan surat kabar Indian Express.
Kepala kepolisian setempat Vikrant Vir membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan kremasi dilakukan atas persetujuan keluarga.
"Polisi menyediakan kayu bakar dan membantu keluarga dalam kremasi. Sebagian besar anggota keluarga hadir di kremasi. Kami tidak ingin ada orang luar yang membuat gangguan hukum dan ketertiban," kata Vir, kepada AFP.