Polisi Gerebek Persembunyian Puluhan Teroris Terkait Aksi Pemenggalan Guru di Paris

Arif Budiwinarto
Polisi Prancis melakukan penggerebekan sebuah rumah yang berisi puluhan orang diduga kelompok teroris. Tindakan ini merupakan respons dari insiden pemenggalan kepala seorang guru di Paris. (foto: StraitTimes)

Polisi meyakini pembunuhan Samuel Paty berhubungan dengan penyerangan brutal di kantor majalah satir Charlie Hebdo pada 2015 yang mewaskan 12 orang. Penyerangan bersenjata itu dipicu penerbitan kartun Nabi Muhammad yang dianggap sebagai penistaan agama Islam.

Di saat bersamaan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menginstruksikan otoritas keamanan dan intelijen untuk melawan propaganda Islam radikal di dunia maya.

Otoritas Prancis melaporkan mereka tengah mengejar pemilik dari 80 pesan online yang berisi simpati bagi Anzorov, dan meningkatkan keamanan di sekolah saat para murid kembali setelah libur.

Prancis tidak takut teroris ...

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex yang ikut serta dalam aksi menolak radikalisme dan terorisme di jalanan kota Paris menekankan keseriusan pemerintahnya memerangi organisasi atau kelompok yang memicu ketakutan.

"Anda tidak membuat kami takut. Kami tidak taku!. Anda tidak akan memecah kami. Kami adalah Prancis!," isi kicauan PM Castex.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

57 tahun lalu

Istana Bantah Kabar Prabowo bakal ke Italia usai Kunjungi Prancis

57 tahun lalu

PSG Juara Liga Champions, Suporter di Paris Malah Rusuh hingga Bakar Mobil

57 tahun lalu

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61,25 Triliun usai Lawatan ke Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal