PM Shtayyeh: Hamas Bagian Integral dari Mozaik Politik Palestina

Anton Suhartono
Mohammad Shtayyeh mengatakan, PA tidak akan pernah meninggalkan Gaza (Foto: Reuters)

DOHA, iNews.id - Pemerintah Otoritas Palestina (PA) yang berkuasa di Tepi Barat menegaskan Jalur Gaza masih menjadi bagian dari Palestina yang bisa dikelola secara bersama-sama oleh faksi-faksi politik. Ini seolah menepis anggapan bahwa PA akan secara sepihak mengambil alih kekuasaan wilayah tersebut dari Hamas setelah perang dengan Israel berakhir.

Seperti dilaporkan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) diam-diam berbicara dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas membahas pemegang kendali di Gaza. AS ingin PA memerintah di wilayah yang dikuasai Hamas itu pasca-pemilu 1990-an.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan, PA tidak akan pernah meninggalkan Gaza.

“Kami bukan Palang Merah. Ini adalah rakyat kami, ini adalah tanah kami,” katanya, di sela Forum Doha, Minggu (10/12/2023), dikutip dari Al Jazeera.

Dia menambahkan, sejak 17 tahun terakhir bahkan sebelum itu yakni selama 30 tahun, PA selalu memberikan bantuan ke Gaza. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Kejagung Terima Laporan Koalisi Sipil soal Genosida Israel di Gaza, bakal Pelajari

Nasional
2 hari lalu

Eks Menlu Hassan Wirajuda: Banyak Kritik soal Board of Peace karena Informasi Belum Utuh

Nasional
2 hari lalu

Wamenlu Ungkap Komite Board of Peace bakal Diisi Teknokrat Palestina

Nasional
3 hari lalu

Eks Menlu Alwi Shihab Tegaskan Two State Solution Harga Mati bagi Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal