PLTN Terbesar di Eropa Terbakar akibat Serangan Rusia, Tidak Ada Indikasi Peningkatan Radiasi

Umaya Khusniah
Gempuran pasukan Rusia di Ukraina bukan hanya menghancurkan fasilitas militer dan sipil tapi juga PLTA terbesar di Eropa (Foto: Reuters)

Presiden AS Joe Biden berbicara dengan pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelensky untuk mendapatkan informasi terbaru tentang situasi di pabrik.

"Presiden Biden bergabung dengan Presiden Zelenskiy dalam mendesak Rusia untuk menghentikan kegiatan militernya di daerah itu dan mengizinkan petugas pemadam kebakaran dan penanggap darurat untuk mengakses situs itu," kata Gedung Putih.

Sekretaris Energi Granholm mengatakan di Twitter, reaktor di Zaporizhzhia "dilindungi oleh struktur penahan yang kuat" dan sedang "dimatikan dengan aman".

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengatakan tentara Rusia "menembak dari semua sisi" di pabrik.

"Api sudah berkobar ... Rusia harus SEGERA menghentikan api, mengizinkan petugas pemadam kebakaran, membangun zona keamanan!" tulisnya di Twitter.

Badan Energi Atom Internasional mengatakan dalam sebuah tweet, mereka "mengetahui laporan penembakan" di pembangkit listrik dan telah melakukan kontak dengan pihak berwenang Ukraina.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir

57 tahun lalu

Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS

57 tahun lalu

AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir

57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal