Sharaa menjadi penguasa de facto Suriah sejak memimpin serangan untuk menggulingkan Assad.
Setelah Assad digulingkan, HTS berubah menjadi partai yang memerintah Suriah secara de facto. Mereka juga membentuk pemerintahan sementara yang sebagian besar pegawainya berasal dari Idlib, wilayah yang dikuasai kelompok oposisi bersenjata di masa pemerintahan Assad.
Sharaa berjanji untuk memulai transisi politik, termasuk membentuk pemerintahan nasional bersatu dan inklusif yang menampung segala kepentingan.
Pemerintahan sementaranya juga akan menggelar pemilihan umum yang menurutnya bisa memakan waktu hingga 4 tahun untuk diselenggarakan.
Dia juga menyerukan pembentukan tentara nasional dan pasukan keamanan dari berbagai faksi perlawanan.
Pembentukan pemerintahan transisi ini akan berdampak positif bagi Suriah di mata internasional, termasuk pencabutan sanksi dari Barat seperti Uni Eropa.