Petani Menjerit, Konflik Rusia-Ukraina Bikin Pupuk Langka

Umaya Khusniah
Konflik Rusia-Ukraina menyebabkan kekurangan pupuk di sejumlah negara. (Foto: Reuters)

"Ini adalah mimpi buruk bagi saya, harus mengantri tanpa henti untuk membeli pupuk," kata Shiv Ram Singh, seorang petani padi dan gandum di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah.

Di Brasil, Fábio Castro menanam tebu berukuran sedang seluas 450 hektar di negara bagian tenggara Sao Paulo. Meskipun ukuran lahannya lebih besar, dampak yang dia hadapi serupa dengan Singh, yang hanya memiliki empat hektar.

Seperti di India, petani skala kecil dan menengah Brasil hanya membeli pupuk saat dibutuhkan dan tidak dalam jumlah besar. Sejak konflik dimulai, Castro tidak bisa meminta penjual untuk memberikan penawaran harga.

"Ini bukan lagi masalah harga - ini logistik, pengiriman. Mereka tidak tahu apakah mereka akan memiliki produk untuk dikirimkan," katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pernikahan Tragis! Ayah Mempelai Wanita Tewas akibat Serangan Jantung setelah Ribut soal Mahar

57 tahun lalu

Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat

57 tahun lalu

Brutal! Kelompok Bersenjata Serbu Ladang di Nigeria, Tembak Mati 17 Petani

57 tahun lalu

Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal