Sehari sebelumnya, pesawat tempur F-22 milik AS menembak jatuh sebuah objek tak dikenal berbentuk tabung yang terbang di atas Kanada pada ketinggian 12.192 meter pada Sabtu (11/2/2023) waktu setempat. Penembakan benda terbang tersebut juga dilakukan atas perintah Biden.
Sementara pada Jumat (10/2/2023), jet tempur F-22 AS juga menembak jatuh sebuah benda tak dikenal yang terbang di atas Alaska, AS. Benda itu terbang sekitar 12.190 meter, menimbulkan risiko bagi lalu lintas udara sipil.
Pejabat pertahanan AS lainnya, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa militer negara itu tidak melihat bukti yang menunjukkan bahwa salah satu objek yang ditembak jatuh tersebut berasal dari luar angkasa.
Namun, VanHerck mengatakan kepada wartawan bahwa militer AS belum mengetahui bagaimana caranya ketiga benda itu diterbangkan, apa alat penggerak yang digunakan, atau dari mana asalnya.
“Kami menyebut mereka objek, bukan balon, karena suatu alasan,” ucap VanHerck.
Sebelum penembakan tiga objek asing tersebut, militer AS memang pernah menembak jatuh balon udara milik China pada 4 Februari lalu.