Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink menjelaskan, pesawat tersebut telah menjalani berbagai penyesuaian untuk mengubahnya dari pesawat pribadi milik Kerajaan Qatar menjadi pesawat dinas Presiden AS. Menurut dia, aspek keselamatan dan keamanan panglima tertinggi menjadi prioritas utama dalam proses modifikasi.
“Upaya ini membuktikan bahwa Angkatan Udara AS dapat bergerak cepat tanpa mengorbankan kualitas, keamanan, atau keandalan,” kata Meink.
Angkatan Udara AS menyebut penerbangan uji coba ini merupakan tahapan akhir sebelum pesawat resmi beroperasi. Dalam proses tersebut, Gedung Putih akan melakukan validasi terhadap seluruh kemampuan misi pesawat untuk memastikan kesiapan operasionalnya.