Peristiwa Sejarah Hari Ini 5 Oktober, Revolusi Yugoslavia hingga Referendum Cile

Rahmi Rizal
Suasana renungan korban G30S di Taman Makam Pahlawan Kalibata (foto: MPI)

Pemakaman dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Jenderal AH Nasution, yang selamat dari tragedi tersebut, menyampaikan pidato perpisahan.

5 Oktober 2000: Peristiwa Bulldozer Revolution di Yugoslavia

Pada 5 Oktober 2000, sebanyak 500 ribu hingga satu juta orang turun ke jalan di Yugoslavia menuntut Slobodan Milosevic untuk mundur. Milosevic, presiden petahana yang pemerintahannya otoriter, menolak mengakui kekalahan dalam pemilihan umum. Protes pun muncul dari pihak oposisi hingga terjadi mogok massal. Sebuah buldoser menerobos ke gedung RTS, simbol propaganda rezim Milosevic. 

Sehari setelah peristiwa yang dikenal dengan “Revolusi Buldoser” itu, Milosevic menerima kekalahannya dan jabatannya sebagai presiden pun berakhir. 

5 Oktober 1978: Pemberlakuan Konvensi Tentang Larangan Modifikasi Lingkungan oleh Militer

Konvensi tentang larangan penggunaan teknik modifikasi lingkungan oleh militer atau tindakan bermusuhan lainnya mulai diberlakukan pada 5 Oktober 1978. Konvensi tersebut ditandatangai oleh 48 negara, yang 16 di antaranya belum meratifikasinya. Saat ini, terdapat 78 negara yang sudah meratifikasi konvensi tersebut, seperti Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat. 

Diketahui, modifikasi cuaca sebagai bagian instrumen yang digunakan militer dalam perang dapat berdampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat. 

5 Oktober 1988: Referendum di Cile, Akhiri Kepemimpinan Augusto Pinochet

Masyarakat Cile mengadakan referendum pada 5 Oktober 1988. Referendum tersebut untuk menentukan apakah mendukung kepemimpinan diktator Augusto Pinochet atau menolaknya sehingga Pinochet mundur dari kekuasaan. Hasilnya, sebanyak 56 persen menyatakan penolakan. 

Hal ini membuat pemerintahan Pinochet yang berlangsung sejak 1973 berakhir.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo BEM UI Hari Ini, Kendaraan Taktis TNI hingga Brimob Disiagakan di Monas

57 tahun lalu

TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Seluruh Markas Prajurit, Warga Diajak Datang

57 tahun lalu

4 TNI Penyerang Andrie Yunus Divonis 1,5 hingga 3 Tahun, Yusril: Tak Ada Tempat bagi Aparat Pelanggar Hukum

57 tahun lalu

KSAD: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara, Bukan Ngurus-Ngurusin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal