Wagner memanfaatkan infrastruktur angkatan bersenjata Rusia dan awalnya bersifat rahasia. Banyak peristiwa penting yang diikuti Wagner Group. Sebut saja, saat krisis Krimea, perang sipil di Suriah, perang di Donbass, perang saudara Sudan Selatan, perang saudara Republik Afrika Tengah, pemberontakan di Cabo Delgano, perang di Mali, serta yang terbaru operasi militer khusus Rusia di Ukraina
Perusahaan militer swasta yang juga diridikan mantan pejabat badan intelijen Rusia, Dmitry Uktin, itu menonjol karena kedekatan hubungannya dengan pemerintah Rusia. Selain itu, jangkauan aktivitas Wagner sangat luas karena sudah terlibat dalam berbagai perang dan konflik di banyak negara.
Sayangnya, hubungan Wagner dan pemerintah Rusia merenggang sejak tahun lalu. Pemicunya Wagner menganggap pemerintah tak mau mendukung tentaranya yang berperang di Ukraina.
Puncaknya pada akhir Juni lalu Prigozhin menuduh militer Rusia menyerang tentara bayarannya di Ukraina dengan rudal. Tuduhan itu dibantah keras oleh Kemhan Rusia.
Namun ketua komisi pertahanan majelis rendah Duma menyebut, penyebab utama Prigozhin memberontak bukan itu, melainkan kebijakan baru yang mengharuskan para relawan atau paramiliter yang berperang di Ukraina meneken kontrak dengan Kemhan. Artinya Prigozhin harus merelakan tentara bayarannya harus mau berada di bawah kendali operasi pemerintah dalam perang di Ukraina.