Saat berpidato di hadapan Knesset pada Senin lalu, Presiden AS Donald Trump meminta mitranya dari Israel, Isaac Herzog, untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu terkait tuduhan korupsi. Namun kemudian Trump mengklarifikasi bahwa pernyataan itu disampaikan tidak serius, melainkan hanya terbawa suasana karena tepuk tangan dukungan bagi Netanyahu. Trump menyadari kasus korupsi Netanyahu merupakan isu sensitif di Israel.
Berdasarkan hukum Israel, presiden berwenang mengampuni pelaku kejahatan atau meringankan hukuman berdasarkan informasi atau pendapat yang diperlukan dari otoritas terkait, seperti menteri kehakiman atau menteri pertahanan.
Menteri Kehakiman Israel Yariv Levin, yang juga politisi Partai Likud, mengungkapkan dukungannya atas pernyataan Trump.
Levi mengatakan persidangan Netanyahu seharusnya tidak pernah dimulai dan bertentangan dengan keadilan dan kepentingan negara.
Netanyahu dihadirkan ke pengadilan sejak Januari 2025 untuk mendengarkan kesaksiannya terkait dakwaan dalam kasus yang disebut dengan 1000, 2000, dan 4000. Sementara persidangan kasusnya sudah dimulai pada 24 Mei 2020