Disebutkan pula, satu kompi cadangan baru-baru ini menyelesaikan misi di Lebanon hanya dengan satu perwira tersisa. Menurut laporan tersebut, komandan kompi telah dibebaskan dari tugas, tidak ada bintara senior, dan unit tersebut beroperasi tanpa rantai komando yang berfungsi.
Militer Israel tidak mengungkapkan jumlah pasukan yang dikerahkan ke Lebanon, Tepi Barat, Jalur Gaza, maupun Suriah.
Sebelumya surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, militer mulai mengurangi pemanggilan tugas pasukan cadangan secara signifikan. Alasannya aktivitas tempur di berbagai front jauh berkurang.
Laporan media Israel lainnya, Sebelumnya, Hayom, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berencana melepas ribuan pasukan cadangan pada akhir bulan ini karena tekanan keuangan di lembaga pertahanan.
Militer tengah bergulat dengan kekurangan dana yang parah setelah peningkatan tajam pengeluaran operasional, mengakibatkan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai puluhan miliar shekel.
Hal ini bertepatan dengan perbedaan pendapat yang mendalam antara kementerian pertahanan dan keuangan mengenai besarnya anggaran pertahanan. Pihak militer menuntut agar anggaran tersebut dinaikkan ke tingkat rekor tertinggi guna menutupi kebutuhan operasional pertempuran di berbagai front. Sementara itu Kementerian Keuangan menentang langkah tersebut karena khawatir akan memperburuk defisit.