Pentagon Rilis Video Deklasifikasi Drone Serang Kabul Tewaskan 10 Warga Sipil, Begini Gambarannya

Umaya Khusniah
Video 25 menit menunjukkan pekerja bantuan Afghanistan dan 9 non-kombatan tewas dalam serangan AS. (Foto: Reuters)

Lalu ledakan melanda rumah tersebut dan menewaskan Ahmadi. Beberapa anak serta anggota keluarga lain bergegas keluar. 

Penyelidikan oleh Angkatan Udara menyimpulkan, operasi itu tidak melanggar hukum apa pun dan tidak merekomendasikan tindakan disipliner. Meski penyelidikan menemukan rekaman yang menunjukkan kehadiran setidaknya satu anak di dekat lokasi serangan sekitar dua menit sebelum bom diluncurkan, Pentagon mengatakan akan mudah untuk dilewatkan secara real-time.

“Dua tinjauan independen yang saya lakukan, bukti fisik seorang anak terlihat jelas pada titik dua menit. Tapi itu 100 persen tidak jelas; Anda harus mencarinya,” Inspektur Jenderal Angkatan Udara, Sami Said pada November setelah penyelidikan. 

Dia pun bersikeras pembantaian itu merupakan 'kesalahan' dan bukan tindakan kelalaian'.

Rekaman itu diperoleh dalam gugatan Undang-Undang Kebebasan Informasi selama berbulan-bulan yang dipimpin oleh Times. Times merupakan pihak pertama yang mengungkap bukti serangan pesawat tak berawak mungkin tidak membunuh teroris ISIS seperti yang diklaim militer pada awalnya. 

Pentagon juga berusaha untuk mengaitkan hilangnya nyawa tak berdosa pada 'ledakan sekunder' di dekat rumah Ahmadi. Awalnya, dia dituduh membawa bom di mobilnya, tetapi kemudian dilaporkan, bola api itu kemungkinan disebabkan oleh tangki propana, yang secara efektif mengabaikan anggapan bahwa dia seorang militan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Detik-Detik Bandara Kuwait Diguncang Ledakan Drone Iran, 63 Orang Terluka

57 tahun lalu

Iran Balas Serangan Amerika Pakai Rudal Angkatan Laut dan Drone Masif

57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal