WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menegaskan tak terlibat dalam pembunuhan pemimpin HamasYahya Sinwar di Rafah, Jalur Gaza, Kamis (17/10/2024). Israel mengklaim telah membunuh kepala biro politik Hamas tersebut dalam operasi di Tal Al Sultan.
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Patrick Ryder mengatakan, tak ada peran pasukan AS dalam operasi yang membunuh Sinwar. Meski demikian, intelijen AS sejak pecahnya perang di Gaza membantu Israel dalam memberikan informasi mengenai kondisi di Gaza.
"Ini adalah operasi Israel. Tidak ada pasukan AS yang terlibat langsung," kata Ryder, dikutip dari Reuters, Jumat (18/10/2024).
Dia menambahkan Amerika Serikat membantu dalam memberikan informasi serta data intelijen terkait penyelamatan sandera serta pelacakan para pemimpin Hamas.
"Jadi, tentu saja itu berkontribusi secara umum," ujarnya.
Dia menyarankan jurnalis untuk bertanya langsung kepada pemerintah Israel untuk mendapat keterangan secara rinci terkait operasi pembunuhan Sinwar.