Dia menambahkan wilayah tersebut memiliki riwayat gempa besar, termasuk peristiwa M8 di lepas pantai Tokachi pada 1968.
Karena segmen yang aktif saat ini berada tepat di utara zona patahan 2011, tekanan tektonik di area itu bisa berubah drastis setelah gempa pada Senin malam. Perubahan tekanan itulah yang dapat memicu gempa susulan yang bahkan lebih kuat.
Zona Subduksi: Sumber Energi Tektonik Raksasa
Pakar lain, Profesor Takuya Nishimura dari Universitas Kyoto, menegaskan gempa ini jelas merupakan gempa zona subduksi, yaitu jenis gempa paling berbahaya karena terjadi di area pertemuan dua lempeng besar.
Dia menjelaskan meskipun pusat gempa berada relatif jauh di bawah permukaan, posisinya yang dekat daratan menyebabkan guncangan di permukaan terasa kuat. Dalam sistem subduksi, setiap pergeseran kecil pada lempeng dapat memicu penyesuaian besar di segmen lainnya.
“Gempa seperti ini bisa mengacaukan keseimbangan tekanan tanah. Jika tekanan yang tersisa signifikan, kemungkinan terjadinya gempa lebih besar tetap ada,” ujarnya.