Dalam video itu dia juga menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta pejabat Israel lain sengaja menelantarkan para sandera.
"Anda telah gagal dan menelantarkan kami pada 7 Oktober. Sekarang Anda terus gagal dalam setiap upaya membebaskan kami hidup-hidup," katanya, seperti dilaporkan kembali Anadolu, dikutip Jumat (6/9/2024).
Lobanov juga menuduh Netanyahu sengaja membiarkan para sandera mati dengan menghindari untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
Dia juga mendesak warga Israel lain untuk melanjutkan demonstrasi guna menuntut pemerintah segera membebaskan sandera hidup-hidup.
Lobanov tak sendiri dalam video itu, melainkan bersama sandera lain, yakni Carmel Gat, yang kemudian juga ditemukan tewas di Gaza. Gat juga mengungkapkan kondisi sulit yang dialaminya selama penayanderaan.