Dalam sebuah wawancara, Son mengatakan, revolusi AI berpotensi menciptakan peluang yang 50 kali lebih besar dibanding era gelembung internet atau dot-com.
"Saya pikir ini lebih dari 10 kali lipat, mungkin 50 kali lebih besar dibanding era dot-com," ujar Son.
Belum lama ini, Son mengumumkan investasi hingga 75 miliar euro (sekitar 87 miliar dolar AS) untuk pembangunan infrastruktur AI, termasuk pusat data, di Prancis.
Seiring meningkatnya permintaan terhadap teknologi AI, sejumlah perusahaan dalam portofolio investasi SoftBank juga mengalami kenaikan nilai, yang turut mengangkat harga saham perusahaan induknya.
Pendorong utama reli saham tersebut adalah Arm Holdings, produsen chip yang tercatat di Nasdaq dan hampir 90 persen sahamnya dimiliki SoftBank.