Sebelumnya pada Minggu, Kilicdaroglu berbicara di Ankara untuk pertama kalinya sejak hasil awal pilpres menempatkannya di belakang Erdogan. Dia mengklaim hasil itu sebagai pemilu yang paling tidak adil dalam beberapa tahun.
Kilicdaroglu pun berjanji untuk melanjutkan perjuangan untuk demokrasi. Dia tidak secara eksplisit mengatakan apakah dia mengakui kekalahannya atau akan menggugat hasil pemilu.
Pemungutan suara untuk putaran kedua pilpres di Turki diadakan pada Minggu kemarin. Pada babak lanjutan tersebut, Erdogan berhadapan dengan calon presiden dari kubu oposisi, Kemal Kilicdaroglu.
Erdogan keluar sebagai pemenang dengan perolehan 52,14 persen suara. Sementara Kilicdaroglu meraup 47,86 persen menurut data dari Dewan Pemilihan Tertinggi Turki (YSK).